mau tau cara terjadinya angin puting beliung ?

Posted in Uncategorized on May 29, 2012 by Tito Winnerson Sitanggang

 

Puting beliung adalah angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 60-90 km/jam yang berlangsung 5-10 menit akibat adanya perbedaan tekanan sangat besar dalam area skala sangat lokal yang terjadi di bawah atau di sekitar awan Cumulonimbus (Cb).

GEJALA AWAL ANGIN PUTING BELIUNG :
1. Udara terasa panas dan gerah (sumuk).
2. Di langit tampak ada pertumbu…han awan Cumulus (awan putih bergerombol yang berlapis-lapis).
3. Diantara awan tersebut ada satu jenis awan mempunyai batas tepinya sangat jelas bewarna abu-abu menjulang tinggi yang secara visual seperti bunga kol.
4. Awan tiba-tiba berubah warna dari berwarna putih menjadi berwarna hitam pekat (awan Cumulonimbus).
5. Ranting pohon dan daun bergoyang cepat karena tertiup angin disertai angin kencang sudah menjelang.
6. Durasi fase pembentukan awan, hingga fase awan punah berlangsung paling lama sekitar 1 jam. Karena itulah, masyarakat agar tetap waspada selama periode ini.

PROSES TERJADINYA ANGIN PUTING BELIUNG :
Proses terjadinya puting beliung sangat terkait erat dengan fase tumbuh awan Cumulonimbus (Cb) :
1. Fase Tumbuh
Dalam awan terjadi arus udara naik ke atas yang kuat. Hujan belum turun, titik-titik air maupun Kristal es masih tertahan oleh arus udara yang naik ke atas puncak awan.

2. Fase Dewasa/Masak
Titik-titik air tidak tertahan lagi oleh udara naik ke puncak awan. Hujan turun menimbulkan gaya gesek antara arus udara naik dan turun. Temperatur massa udara yang turun ini lebih dingin dari udara sekelilingnya. Antara arus udara yang naik dan turun dapat timbul arus geser memuntir, membentuk pusaran. Arus udara ini berputar semakin cepat, mirip sebuah siklon yag “menjilat” bumi sebagai angin puting beliung. Terkadang disertai hujan deras yang membentuk pancaran air (water spout).

3. Fase Punah
Tidak ada massa udara naik. Massa udara yang turun meluas di seluruh awan. Kondensasi berhenti. Udara yang turun melemah hingga berakhirlah pertumbuhan awan Cb.

KARAKTERISTIK PUTING BELIUNG :
1. Puting berliung merupakan dampak ikutan awan Cumulonimbus (Cb) yang biasa tumbuh selama periode musim hujan, tetapi tidak semua pertumbuhan awan CB akan menimbulkan angin puting beliung.
2. Kehadirannya belum dapat diprediksi.
3. Terjadi secara tiba-tiba (5-10 menit) pada area skala sangat lokal.
4. Pusaran puting beliung mirip belalai gajah/selang vacuum cleaner.
5. Jika kejadiannya berlangsung lama, lintasannya membentuk jalur kerusakan.
6. Lebih sering terjadi pada siang hari dan lebih banyak di daerah dataran rendah.

hy guyss mau tau cara pembuatan cfd eksternal fluida ?.

Posted in Uncategorized on May 29, 2012 by Tito Winnerson Sitanggang

cekidooottttttt🙂

broo mau tau cara sistem internal fluida .

Posted in Uncategorized on May 29, 2012 by Tito Winnerson Sitanggang

cekidott🙂

bahas soal lagi yooo .

Posted in Uncategorized on May 29, 2012 by Tito Winnerson Sitanggang

Kelompok 2, soal 9.10

Suatu aliran viskos melewati sebuah pelat datar demikian sehingga ketebalan lapisan batasnya pada jarak 1,3 m dari ujung depan adalah 12 mm. tentukan ketebalan lapisan batas pada jarak 0,20; 2,0 dan 20 dari ujung depan.  Asumsikan aliran laminar

Image

bahas soal lagi yooo.

Posted in Uncategorized on May 29, 2012 by Tito Winnerson Sitanggang

Kelompok 1, soal 7.1

Bilangan Reynolds, , merupakan parameter yang penting dalam ilmu mekanika fluida. Dengan memakai sistem FLT dan MLT sebagai dimensi dasar buktikan bahwa bilangan Reynolds tak-berdimensi, dan hitunglah besarnya Re untuk air (pada suhu ) yang mengalir dengan kecepatan 2 m/s melalui pipa berdiameter 2 in.

Image

fuel tank.

Posted in Uncategorized on May 28, 2012 by Tito Winnerson Sitanggang
Dalam merancang bentuk fuel tank sepeda motor ada salah satu aspek yang harus diperhatikan. yaitu aspek fliud kinematik, yang mana bahan bakar (gasoline) yang akan mendapatkan percepatan pada saat sepeda motor berjalan sehingga bentuk fluida di dalam fuel tank juga akan mengalami perubahan.

Bentuk fuel tank sangat menentukan peformance motor terkait dengan supply bahan bakar tersedia. pada saat gasoline mencapai suatu volume tertentu dan sepeda motor mengalami percepatan tertentu, apabila bentuk fuel tank tidak dipertimbangkan dengan baik maka akan terjadi gangguan pada supply bahan bakar sehingga motor akan mengalami gejala loss power atau istilah awamnya ‘nyendat’. berikut penjelasan lebih lengkapnya

   
 
Berikut penjelasan yang tertinggal…

lumpur lapindo.

Posted in Uncategorized on May 28, 2012 by Tito Winnerson Sitanggang

Masalah lumpur Lapido ini memang cukup pelik…,
karena bisa ditinjau dari lebih dari satu aspek..,
mencakup politik, ekonomi, sosial budaya, dan iptek..

Saya mulai dulu jika kasus Lumpur Lapindo ini ditinjau dari segi iptek,
dalam hal ini yang berkaitan dengan Mek. Flu.

Sifat-sifat fluida, Semua fluida nyata gas dan zat cair memiliki sifat-sifat khusus yang dapat diketahui antara lain: rapat massa (density), kekentalan (viscosity), kemampatan (compressibility), tegangan permukaan (surface tension), dan kapilaritas (capillarity).

Persamaan energi, Energi yang ada pada tiap saluran berat dari aliran air terdiri dari 3 bentuk dasar yaitu: energi kinetik, energi tekanan, dan energi elevasi diatas garis datum. Dari ketiga bentuk dasar energi tersebut akan di dapatkan persamaan Bernoulli yang menyatakan bahwa konservasi energi merupakan bentuk persamaan energi untuk aliran tanpa geseran dasar.

Intinya dengan menggunakan rumus persamaan bernoulli tsb kita bisa menghentikan semburan lumpur lapindo dan memasukkan kembali lumpur ke dalam perut bumi.
Setiap semburan dari pompa ataupun sumber energi lainnya pasti memiliki total head.
Penghitungan total head sendiri terpengaruhi oleh kuatnya tekanan, grafitasi, dan kecepatan fluida.

Data yang dimiliki dari lapangan menyebutkan kedalaman sumber lumpur Lapindo di Porong antara 0,5 Km hingga 1,9 Km.
Sedang tekanan lumpur itu sebesar 2.000 PSI.
Dengan demikian, maka total semburan lumpur itu hanya maksimum mampu mencapai ketinggian 27 meter di atas permukaan tanah.

Apabila disekitar lubang semburan lumpur di buatkan tabung silinder mengelilingi lubang lumpur setinggi 30 meter apakah luapan lumpur akan berhenti sampai ditotal head 27 meter?

Secara teori memang sudah pasti dan seharusnya lumpur berhenti pada ketinggian 27 meter namun mengingat total head ini terpengaruh oleh berbagai macam variabel kemungkinannya pasti akan meleset tapi tidak akan jauh, mungkin lebih tinggi atau malah lebih rendah dari 27 meter.
Setelah lumpur berhenti kita bisa memompa lumpur yang berada di sekitar untuk kembali ke dalam perut bumi, karena massa jenisnya menjadi lebih berat dari keseimbangan maka lumpur ini akan turun kembali ke bawah (perut bumi), setelah itu memungkinkan kita untuk menutup permanen lubang semburan lumpur dengan menggunakan bahan yang massa jenisnya lebih berat.

Teori ini masuk akal tapi mungkin akan susah dalam me-realisasikan-nya. Namun ini adalah salah satu solusi yang masuk akal untuk penanggulangan kasus lumpur lapindo.

gmana pendapat teman-teman ?

Silahkan bebas menanggapi dari segala aspek..